Apa Itu Nginx dan Cara Kerjanya

By | August 6, 2019

Peran web server benar-benar urgen supaya blog dapat berjalan dengan bagus. Karenanya dari itu, pemilihan web server pun mesti sesuai dengan keperluan dan daya kerjanya dalam rentang waktu ini. Diantara web server yang terdapat dikala ini yaitu Nginx (baca: engine-ex). Ingin tahu apa itu Nginx?

Nah! Di artikel ini kami akan membahas mengenai berjenis-jenis macam hal yang berhubungan dengan Nginx seperti apa itu Nginx, sejarah, kelebihan, serta perbandingan Nginx dengan web server lain (pada hal ini Apache dan LiteSpeed).

Apa Itu Nginx?

Sebelum membahas mengenai apa itu Nginx dan seluk beluknya, sepertinya akan lebih bagus kalau memahami terlebih dahulu kegunaan dari web server.

Diantara komponen urgen di pada blog yaitu web server. Web server berfungsi selaku penerima request dari browser yang kemudian memberikan tanggap dengan mengirimkan halaman situs web pada format dokumen HTML. Silakan kunjungi artikel apa itu web server bagi penjelasan lebih komplit.

Nginx yaitu web server yang lumayan populer dikala ini. Selain memberikan performa yang andal, Nginx pun mempunyai beberapa fitur canggih lain yang gampang dikonfigurasi. Jadi tentu saja akan merancang blog Sahabat lebih powerful dan canggih.

Di awal munculnya, web server ini hanya digunakan bagi server HTTP saja. Seiring perkembangan teknologinya, sekarang ini Nginx pun digunakan selaku HTTP cache, load balancer (HTTP, TCP, dan UDP), dan server proxy (IMAP, POP3, dan SMTP).

Selain kemampuan di atas, Nginx pun dapat berjalan di berjenis-jenis macam program operasi, seperti Linux, Mac OS X, HP-UX, BSD Varian, dan Solaris. 

Nginx digunakan di berjenis-jenis perusahaan besar, di antaranya Atlassian, Intuit, T-Mobile, GitLab, Microsoft, DuckDuckGo, IBM, Google, Adobe, Salesforce, Xerox, VMWare, LinkedIn, Cisco, Facebook, Twitter, Apple, dan masih banyak lainnya.

Sejarah Singkat Nginx

Nginx yaitu proyek yang dikembangkan oleh Igor Sysoev (Sistem aplikasi Engineer asal Rusia) dan dirilis di Oktober 2014. Dikala itu terdapat masalah yang dikenal dengan nama C10k atau masalah daya kerja program di dikala menangani 10 ribu koneksi secara bersamaan. Igor mencoba mencoba bagi menyelesaikan permasalahan tersebut.

Jadi Igor merancang Nginx yang menawarkan pemakaian konkurensi tinggi yang dapat menangani ribuan koneksi secara bersamaan dengan pemakaian memori yang rendah. Nginx menggunakan proses asynchronous (mengeksekusi kode sebelum petunjuk sebelumnya selesai dijalankan) daripada merancang proses baru bagi setiap eksekusi baris kode yang terdapat.

Tak hanya menambahkan proses asynchronous, Nginx pun menjalankan pendekatan event-driven. Pendekatan event-driven menangani request (permintaan atau proses) di pada satu thread saja. Via berjenis-jenis macam teknologi ini Nginx merevolusi bagaimana web server bekerja dan berhasil menjadi web server sangat populer hingga dengan dikala ini.

Setelah membuka proyek ini secara umum di 2004 dan melihat pemakaian yang terus meningkat, Igor mencoba memaksimalkan Nginx dan memasuki pasar dengan Nginx Plus. Nginx Plus mampu menangani ratusan bahkan ribuan koneksi dan telah digunakan lebih dari 500 blog bisnis di internet.

Bagaimana Nginx Bekerja?

Seperti yang telah disinggung di bagian sebelumnya, Nginx menawarkan pemakaian memori yang kecil dengan konkurensi yang tinggi. Jadi Nginx tak merancang proses baru ketika ada permintaan (web request), tapi ditangani di pada satu thread (asynchronous dan pendekatan event-driven).

Kalau menggunakan Nginx, satu proses utama (master process) dapat mengatur berjenis-jenis proses lainnya (worker process). Jadi proses utama tetap menjalankan tugasnya sambil mengatur proses lain yang terdapat di bawahnya. Karena Nginx menggunakan asynchronous, setiap web request dapat dieksekusi oleh proses lain tanpa mengganggu web request lainnya. 

Pada menjalankan tugasnya, Nginx pun mempunyai beberapa fitur yang dapat dimanfaatkan bagi mendukung performa web server yang andal seperti:

  1. Reverse proxy dengan proses cache
  2. Dukungan IPv6
  3. Load balancing
  4. Dukungan FastCGI dengan proses cache
  5. WebSockets
  6. Menangani file statis, file index, dan auto-indexing
  7. TLS/ Sertifikat SSL dengan SNI (Server Name Indication)

Kelebihan Nginx

Nginx yaitu web server sangat populer di kelasnya dan menjadi solusi pengiriman data blog dengan trafik tinggi seperti Dropbox, Netflix, dan Zynga. Hingga dengan dikala ini lebih dari 385 juta blog di seluruh dunia, termasuk di antaranya 100 ribu blog bisnis menggunakan Nginx selaku web server bagi mengirimkan konten mereka secara cepat, terpercaya, dan gampang. Ada beberapa keunggulan yang ditawarkan oleh Nginx:

1. Nginx dapat menggantikan hardware load balancer.

Selaku bahan lunak (sistem) load balancer yang open source, Nginx lebih murah dan gampang bagi dikonfigurasi daripada hardware load balancer. Web server ini pun didesain bagi arsitektur cloud yang modern. Nginx pun mendukung konfigurasi ulang on-the-fly dan terintegrasi dengan DevOps yang modern bagi proses pemantauan yang gampang.

2. Nginx menjadi tool yang multifungsi.

Selain digunakan selaku web server, Sahabat pun dapat menggunakan Nginx selaku load balancer, cache konten, dan server proxy. Karena seluruh konfigurasi berpusat di satu program, proses pemantauan akan lebih gampang. Hal ini tentu pun meminimalkan jumlah tool yang Sahabat mengatur.

3. Terdapat berjenis-jenis macam dokumentasi yang komplit.

Kalau Sahabat masih awam menggunakan web server khususnya Nginx, jangan khawatir karena Nginx menyediakan berjenis-jenis macam panduan, webinar, dan dokumentasi yang lumayan komplit bagi Sahabat pelajari.

Apabila Sahabat masih kebingungan dengan Nginx, tetapi tetap masih ingin menggunakannya, Sahabat dapat menggunakan Nginx Plus bagi memperoleh fasilitas customer support. Jadi Sahabat dapat memperoleh bantuan bagi mendiagnosis masalah yang muncul di Nginx.

4. Nginx masih terus dikembangkan.

Nginx hingga dengan dikala ini terus dikembangkan secara serius. Apalagi dalam rentang waktu satu dekade terakhir Nginx telah berada di garis depan pengembangan web modern dan telah mendorong pengembangan teknologi dari HTTP hingga dukungan layanan mikro. 

Seiring perkembangan pengiriman konten web, Nginx berencana menambahkan dan menyempurnakan fitur sehingga tak ada pengiriman data yang cacat. Baru-baru ini Nginx pun mengumumkan akan mengimplementasikan JavaScript yang disesuaikan dengan Nginx dan dukungan bagi modul yang dinamis. 

Perbandingan Nginx dengan Web Server Lain

Terdapat beberapa web server yang terdapat dikala ini selain Nginx seperti Apache Web Server dan LiteSpeed Web Server. Dari segi kepopulerannya, Nginx lebih tenar dibandingi dengan yang lainnya, akan tetapi dari segi performa tampaknya Nginx mesti menjalankan beberapa pengembangan sehingga dapat bersaing dengan LiteSpeed Web Server apalagi kalau menggunakan WordPress.

Perbandingan Nginx Vs Apache

Apache adalah sebuah web server populer lain yang menjadi rival dari Nginx. Dikala ini hampir 45% blog yang terdapat di internet menggunakan web server Apache. Jumlah ini tak jauh berbeda dengan Nginx, yaitu 37% dari total keseluruhan.

Berikut diagram yang pun dapat Sahabat lihat di W3Techs.

Apa Itu Nginx dan Cara Kerjanya

Meskipun Apache menempati posisi pertama-tama, posisi blog di peringkat di atas 1 juta, 100 ribu, dan 10 ribu, bahkan 1000 banyak didominasi blog yang menggunakan web server Nginx. Jadi kebanyakan blog ‘terbaik’ yang tersebar di internet dikala ini menggunakan Nginx selaku web server yang mereka gunakan.

Apa saja sih yang membedakan Nginx dengan Apache? Kalau Sahabat sedang mencari web server sesuai dengan keperluan, berikut ini beberapa ringkasan singkat perbandingan fitur antara Nginx vs Apache.

Dukungan Aplikasi Operasi

Kompatibilitas adalah sebuah diantara detail utama yang perlu Sahabat pertimbangkan bagi memilih bahan lunak. Bagus Nginx maupun Apache dapat berjalan di berjenis-jenis macam program operasi yang menggunakan program Unix. Sayangnya, performa Nginx di Windows tak sebagus di platform/program operasi yang lain.

Dukungan Pemakaian User

Pengguna awal maupun profesional selalu membutuhkan komunitas yang dapat menolong mereka memperoleh solusi ketika ada masalah. Bagus Nginx maupun Apache mempunyai komunitas yang hampir sama kuatnya seperti mailing support dan forum Stack Overflow.

Perbandingan Performa Nginx Vs Apache

Kalau membicarakan soal performa, kekuatannya hampir sama, tapi dapat dibilang Nginx lebih unggul. Nginx secara simultan dapat memproses lebih dari 1000 koneksi konten statis dua kali lebih cepat dibandingi dengan Apache.

Namun ketika dibandingi menggunakan konten dinamis, bagus Nginx maupun Apache mempunyai performa kecepatan yang sama. Jadi, Nginx yaitu alternatif yang bagus kalau digunakan bagi memproses blog dengan konten statis.

Perbandingan Nginx Vs LiteSpeed Web Server

LiteSpeed Web Server dari segi kepopuleran memang masih kalah dengan Nginx,  tetapi dari segi performa LiteSpeed Web Server tidak bisa dianggap remeh. Kalau Sahabat menggunakan LiteSpeed, setidaknya Sahabat dapat memperoleh keunggulan Nginx dan Apache pada satu web server. Dua kombinasi keunggulan tersebut yaitu skalabilitas event-driven yang dipunya oleh Nginx dan berjenis-jenis macam tools pengaturan seperti yang disediakan Apache.

Performa Nginx Vs LiteSpeed Web Server

Diantara keunggulan yang ditawarkan LiteSpeed yaitu LiteSpeed simpler stack dan intelligent cache. Sahabat dapat menggunakan intelligence cache bagi menggantikan kegunaan dari proxy pihak ketiga. Jadi Sahabat tak membutuhkan reverse proxy HTTPS atau penyedia cache pihak ketiga. Selain itu, LiteSpeed menjalankan kompresi terlebih dahulu sebelum menyimpan file cache, di mana hal ini tak dilakukan oleh Nginx.

Hasilnya? Kalau dibandingi, kecepatan Nginx (menggunakan FCGI) tertinggal jauh dari LiteSpeed Web Server yang dikombinasikan dengan LiteSpeed Cache.

Apa Itu Nginx dan Cara Kerjanya

Keamanan Nginx Vs LiteSpeed Web Server

Keamanan adalah sebuah masalah yang serius, seperti itulah sebabnya LiteSpeed pun mendukung aturan ModSecurity yang pun digunakan oleh Apache dan Nginx. Akan tetapi, LiteSpeed melakukannya tanpa mengorbankan daya kerja. LiteSpeed Web Server pun menawarkan dukungan pemakaian reCaptcha, perlindungan serangan brute force, dan tindakan anti-DDoS lainnya yang pun dimiliki oleh Nginx.

Cara Mengecek Web Server yang Sahabat Gunakan

Tak tahu web server apa yang digunakan di blog? Tenang, Sahabat dapat mengeceknya sendiri. Di blog di umumnya, Sahabat dapat dengan gampang mengecek server HTTP header bagi melihat apakah web server menggunakan Apache, Nginx, atau LiteSpeed Web Server.

Apa Itu Nginx dan Cara Kerjanya

Source: www.kinsta.com 

Kalau browser yang Sahabat gunakan Google Chrome, HTTP header dapat dilihat dengan membuka tab Chrome Devtools. Atau, Sahabat dapat mengecek header menggunakan tools seperti Pingdom, GTMetrix, dan HTTP Header Check.

Apa Itu Nginx dan Cara Kerjanya

Namun beberapa blog terkadang tak menampilkan web server yang digunakan. Contohnya ketika Sahabat menjalankan analisa blog WordPress yang menggunakan layanan proxy seperti Cloudflare. Laman yang menggunakan layanan semacam ini akan memunculkan HTTP header dengan nama Cloudflare atau layanan proxy yang digunakan, jadi tak menampilkan nama web server yang aslinya.

Kesimpulan

Nginx yaitu web server yang andal. Tak hanya itu, Nginx pun mempunyai beberapa fitur tambahan yang mempermudah user bagi menggunakan mengelola server proxy, load balancer, dan pun HTTP cache.

Kehebatan Nginx dibuktikan dengan kepercayaan dari berjenis-jenis macam blog terkenal mulai Netflix, Facebook, Twitter, GitLab, Microsoft, DuckDuckGo, IBM, Google, dan blog besar lainya. Seluruh blog tersebut semuanya mempercayakan Nginx selaku web server di blog yang dimilikinya.

Semoga artikel apa itu Nginx dan cara kerjanya ini dapat bermanfaat bagi Sahabat. Kalau masih ada pertanyaan atau saran silakan tinggalkan lewat kolom komentar. Jangan lupa subscribe bagi memperoleh informasi seputar bisnis, teknologi, dan digital marketing dari kami.


Sumber https://niagahoster.co.id/