Apa Itu SSH dan Bagaimana Cara Kerjanya?

By | July 25, 2019

Kemajuan teknologi membangun user atau penggunanya dapat mengendalikan bahan yang jaraknya benar-benar jauh dan terpisah oleh benua. Salah satunya yakni berkat adanya SSH atau dikenal dengan secure shell connection. SSH memungkinkan Sahabat bagi menjalankan remote server atau bahan lain yang terkoneksi dengan jaringan internet. Apa itu SSH dan bagaimana cara kerjanya?

Artikel ini akan membahas pengenalan apa itu SSH dan pun bagaimana SSH dapat mengamankan koneksi Sahabat dalam kurun waktu proses koneksi berjalan.

Apa itu SSH?

SSH yakni sebuah protokol administrasi yang memungkinkan user bagi mengakses dan memodifikasi bermacam macam pengaturan maupun file yang terdapat di pada server.

Sahabat pernah mengenal Telnet? Nah, SSH adalah sebuah pengembangan dari Telnet yang sebelumnya dianggap tak aman karena tak adanya proses enkripsi.

Berbeda dengan Telnet, koneksi yang terjadi SSK dienkripsi menggunakan beberapa teknologi, seperti enkripsi simetris, enkripsi asimetris, dan hashing. Ketiganya adalah sebuah teknik kriptografi yang menjamin koneksi yang terenkripsi. Seperti itulah kenapa dinamakan SSH yang berasal dari kata Secure Shell Connection atau koneksi Shell yang aman.

Jikalau menggunakan SSH, Sahabat mempunyai opsi bagi menjalankan autentikasi pengguna remote sebelum menjalankan koneksi. Selain itu, SSH pun dapat mengirimkan input dari SSH client ke host (server) kemudian mengirimkan kembali hasilnya kembali ke user client.

Apa Itu SSH dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Sumber: www.osxdaily.com

Contoh di atas adalah sebuah tampilan koneksi SSH yang berhasil dilakukan. Jadi jikalau menjalankan koneksi SSH ke domisili IP server, Sahabat dapat mengubah konfigurasi yang terdapat di pada server sesuai dengan user yang digunakan. Tak hanya di OSX saja, Sahabat dapat menggunakan SSH di program operasi lain seperti Windows dan Linux. Jikalau Sahabat menggunakan Windows, terdapat program SSH yang lumayan terkenal, yaitu Putty.

Jadi SSH mempermudah Sahabat bagi mengelola server tanpa mesti datang ke lokasi fisik server. Tak hanya server saja, Sahabat dapat memanfaatkan SSH bagi mengatur dan mengelola komputer maupun bahan desktop yang terdapat di jaringan yang sama tanpa mesti menyentuh bahan tersebut.

Setelah mengetahui apa itu SSH, ada baiknya bagi tahu pun bagaimana cara kerja SSH.

Cara Kerja SSH

Cara kerja protokol SSH yakni menggunakan model client-server. Jadi koneksi yang terjadi yakni SSH client menjalankan koneksi ke SSH server.

SSH client menjalankan proses koneksi dan menggunakan kunci kriptografi bagi memverifikasi dan mengidentifikasi SSH server. Dalam rentang waktu kunci yang digunakan SSH client tak sama dengan SSH server karenanya koneksi tak akan pernah dapat tersambung.

SSH client dan SSH server dapat tersambung menggunakan kunci yang sama serta via proses verifikasi. Kemudian koneksi yang tersambung dienkripsi menggunakan symmetric encryption dan hashing algorithm. Proses enkripsi ini bertujuan bagi memastikan kerahasiaan dan keutuhan data yang dipertukarkan antara client dengan server.

Gambar di bawah ini adalah sebuah sekilas ringkas bagaimana koneksi SSH (Secure Shell Connection) berjalan:

Apa Itu SSH dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Sumber: www.ssh.com 

Jadi SSH client mengawali koneksi dengan memanggil SSH server menggunakan program SSH client (PuTTY di Windows). Kemudian SSH server mengirimkan public key ke SSH client. Kemudian SSH client merespon dengan memberikan pasangan kunci yang diberikan oleh SSH server.

Berikutnya keduanya menjalankan negosiasi atau verifikasi koneksi dan memulai membuka koneksi yang aman. Setelah selesai, SSH client telah dapat masuk ke pada server dengan pertukaran data yang terus dienkripsi.

Apa itu SSH client?

SSH client yakni program yang digunakan bagi menghubungkan program operasi dengan SSH server. Program ini terkadang telah terpasang di program operasi, seperti Linux dan MacOS. Sedangkan jikalau menggunakan Windows, Sahabat dapat menggunakan program semacam PuTTY. Sahabat dapat mengikuti artikel cara menggunakan PuTTY bagi panduan lengkapnya.

Pengguna MacOS dan Linux tak perlu menginstall program tambahan karena fitur SSH client telah ada di Terminal masing-masing. Sahabat hanya tinggal menggunakan petunjuk “$ ssh username@alamat_server” bagi menjalankan koneksi, contohnya berikut ini:

Apa Itu SSH dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Command SSH di atas mengirimkan petunjuk ke program bagi menjalankan koneksi SSH yang dienkripsi menggunakan user ‘semutireng’. Sedangkan ‘31.22.72.55’ adalah sebuah domisili IP blog atau SSH server. Domisili IP ini dapat Sahabat ganti menggunakan domisili domain dari SSH server.

dikala menjalankan petunjuk SSH dengan menjalankan klik ‘Enter’, Sahabat akan diminta bagi memasukkan password dari user yang digunakan. Jikalau Sahabat memasukkan password sesuai dengan username yang benar, koneksi dapat terhubung dan via Terminal tersebut Sahabat dapat mengendalikan SSH server.

3 Teknologi Enkripsi SSH

Di bagian apa itu SSH tadi telah disinggung sedikit mengenai teknologi enkripsi SSH. Setidaknya ada tiga teknologi yang ditawarkan seperti enkripsi simetris, enkripsi asimetris, dan hashing. Ketiganya berfungsi bagi memastikan proses pertukaran data yang lebih aman antara client dan server.

1. Enkripsi Simetris (Symmetric Encryption)

Enkripsi simetris lazim dikenal dengan nama enkripsi kunci bersama (shared key). Sesuai dengan namanya, enkripsi simetris adalah sebuah jenis enkripsi memanfaatkan kunci bagi menjalankan dekripsi maupun enkripsi data yang dipertukarkan antara client dan server.

Enkripsi simetris menggunakan sepasang kunci. Biasanya satu kunci ada di sisi server dan kunci yang lain berada di sisi user supaya server dapat mengenali user yang benar-benar terpercaya. Jadi setiap user yang mempunyai kunci tersebut dapat melihat data yang sedang dipertukarkan.

Enkripsi simetris akan terus menjalankan tugasnya dalam kurun waktu proses berjalannya koneksi SSH client dengan server sesuai dengan sistem yang disepakati. Persetujuan sistem komunikasi ini pun bertujuan bagi menghalangi pihak ketiga bagi membaca data yang sedang dipertukarkan.

Algoritma Pertukaran Kunci berperan di proses penyusunan enkripsi simetris pada pertukaran data. Selain itu, dalam kurun waktu proses pertukaran data, kunci di client maupun server tak ikut dipertukarkan sehingga membangun algoritma ini aman.

Jadi uniknya di pada Algoritma Pertukaran Kunci yakni proses enkripsi dan dekripsi berjalan di masing-masing bahan (client maupun server). Hal ini membangun pihak ketiga yang mencoba mencuri atau mengintip pertukaran data yang sedang terjadi tak akan pernah dapat membacanya.

2. Enkripsi Asimetris (Asymmetric Encryption)

Jenis enkripsi asimetris lumayan berbeda dengan enkripsi simetris. Jikalau enkripsi simetris menggunakan satu kunci yang digunakan bagi client maupun server, di pada enkripsi asimetris terdapat dua kunci yaitu kunci pribadi (private key) dan kunci publik (public key). Biasanya kunci private hanya dimiliki oleh server, sedangkan public key dimiliki oleh user atau client.

Sesuai dengan namanya, kunci publik atau public key secara terbuka dapat digunakan oleh segala client. Tetapi, pada proses pertukaran data, proses enkripsi hanya dapat dilakukan oleh pasangan public key dan private key –tak dapat oleh kunci yang berbeda. Jadi hubungan yang terjadi yakni satu arah sehingga host (server atau client) yang mempunyai kunci publik tak akan pernah dapat membuka pesannya sendiri setelah dienkripsi.

3. Hashing

SSH pun menggunakan diantara teknik enkripsi hashing. Hashing adalah sebuah diantara jenis kriptografi yang tak dapat didekripsi sehingga dinamakan pun one-way-hash (hashing satu arah).

One-way-hash mempunyai guna bagi membangun enkripsi panjang dengan tak mempunyai pola yang jelas bagi dieksploitasi. Jadi guna dari enkripsi one-way-hash yakni membangun nilai yang panjang dan unik. Enkripsi ini tentu tentu saja bagi mengamankan setiap data yang sedang dipertukarkan dalam kurun waktu proses koneksi SSH berlangsung. Lewat enkripsi hashing seluruh data mengalami enkripsi satu arah dan tak dapat dibalik (dekripsi)

One-way-hash ini tak dapat digunakan di seluruh jenis pertukaran data. SSH hanya menggunakan enkripsi one-way-hash bagi mengecek keaslian dari pesan dan sejenisnya. Sahabat dapat menggunakan program pengecekan seperti HMAC (Hash-based Message Authentication) bagi menjalankan pengecekan. Aplikasi secaman HMAC memastikan data benar-benar sulit bagi dimanipulasi dengan cara apapun.

Penutup

SSH adalah sebuah diantara hal yang benar-benar perlu Sahabat pelajari. Apalagi jikalau sering berhubungan dengan koneksi client-server. Meskipun telah ada Telnet sebelumnya, tapi belum dapat menjamin keamanan koneksi yang diraih. Sedangkan SSH mampu mengamankan pertukaran data yang sedang terjadi menggunakan bermacam macam teknologi enkripsi yang diperolehnya.

Semoga sedikit penjelasan apa itu SSH dan cara kerjanya ini dapat bermanfaat bagi Sahabat. Silakan tinggalkan komentar via kolom di bawah ini jikalau masih ada pertanyaan dan pun jangan lupa subscribe bagi memperoleh informasi seputar teknologi, digital marketing, dan bisnis dari kami.


Sumber https://niagahoster.co.id/