Cara Menggunakan Google Analytics (Panduan Lengkap)

By | July 23, 2019

Google Analytics ialah tool wajib untuk pemilik blog. Dengan menginstall Google Analytics di blog, Kamu dapat dengan gampang memantau trafik web.

Namun, bukan sekedar trafik saja yang dapat Kamu ketahui. Platform ini pun menyediakan bermacam-macam data soal performa sebuah situs. Mulai dari dari mana sumber trafik, data demografi pengunjung, konten populer, dan lain-lain.

Kesemua data tersebut dapat Kamu jadikan bahan evaluasi konten dan situs web. Misalnya, Kamu dapat memutuskan konten mana yang perlu ditulis ulang atau dioptimasi. Plugin apa yang perlu ditambah. Aspek teknis apa yang perlu diperbaiki. Konten atau produk mana yang menarik pengunjung. 

Seluruh hal soal blog Kamu dapat dipahami bersama lewat Google Analytics. Asal….Kamu tahu cara menggunakan Google Analytics.

Di artikel ini, Kamu akan belajar cara menggunakan Google Analytics. Kami akan menjelaskan di Kamu cara membaca seluruh data analytics. Setidaknya ada enam jenis data Google Analytics yang perlu Kamu tahu:

  1. Realtime;
  2. Demografi pengunjung;
  3. Perilaku pengunjung;
  4. Jumlah trafik;
  5. Sumber trafik;
  6. Kecepatan blog;

Sebelum memulai bahasan, pastikan Kamu telah menginstall Google Analytics di blog. Jikalau belum, Kamu dapat cek artikel cara memasang Google Analytics di WordPress.

Kalau telah, mari kita mulai saja membahas cara menggunakan Google Analytics.

Istilah-Istilah Urgen di Google Analytics

Sebelum bicara teknis cara menggunakan Google Analytics, ada baiknya Kamu belajar istilah-istilahnya lebih dulu. Karena, Google Analytics mempunyai banyak sekali fitur dan bagian. 

Tanpa mengetahui dengan bagus beberapa istilah urgen, Kamu bisa-bisa bingung dan tak menggunakan service ini secara maksimal.

Berikut ialah beberapa istilah urgen pada Google Analytics:

  • Organizations ━ Ketika Kamu mempunyai banyak produk dan metrik bagi diukur, Organisasi ialah mengelompokkan kesemuanya pada satu “folder”. Lewat Organization, Kamu dapat menggunakan beberapa layanan Google sekaligus seperti Analytics, Tags Manager, dan Optimize. Kamu pun dapat mengatur user, akses data, dan integrasi antar-produk. 
  • Accounts ━ Ialah akses poin Kamu ke layanan Analytics. Kamu perlu setidaknya satu akun bagi dapat menggunakan dan memantau metrik dari Google Analytics.
  • Properties ━ Properti adalah sebuah sebutan bagi objek yang metriknya dipantau oleh Analytics. Objek yang dimaksud dapat berupa blog, program ponsel, atau device. Nantinya, Analytics akan mengeluarkan tracking ID khusus bagi tiap properti yang dipantau.
  • Views ━ Sebutan bagi data spesifik yang Kamu inginkan pada sebuah properti. Misalnya, Kamu dapat membangun masing-masing view khusus bagi keseluruhan trafik web, trafik AdWords, traffic subdomain, dan sebagainya. 
  • Session ━ Interaksi antara user dengan halaman web pada rentang waktu tertentu. Umumnya, Google Analytics menghitung interaksi hingga user tak aktif (tak menjalankan interaksi) dalam rentang waktu 30 menit.
  • Bounce rate ━ Persentase atau jumlah pengunjung yang meninggalkan web setelah melihat satu halaman saja.

Cara Menggunakan Google Analytics

Setelah Kamu paham istilah-istilah di atas, seketika saja kami bahas cara membaca data Google Analytics. Sebetulnya, enam cara di bawah hanyalah secuil dari keseluruhan data yang dapat didapat Analytics. 

Namun, bagi permulaan, keenam cara ini telah lumayan bagi mengenalkan Kamu di Google Analytics. Keenam cara ini pun telah lebih dari lumayan bagi menganalisis performa web atau blog sederhana. 

1. Realtime

Cara Menggunakan Google Analytics (Panduan Lengkap)

Pada fitur Realtime > Overview, Kamu dapat mengecek metrik realtime web. Ketika Kamu yang membuka web, program, atau device Kamu di dikala itu, data yang terekam dapat seketika diakses 

Pada halaman Overview, ada beberapa data yang akan nampak:

  • Jumlah user yang membuka web secara realtime;
  • Pembagian user merujuk pada device yang digunakan bagi akses web (dekstop vs. mobile);
  • Pageview per menit;
  • Pageview per detik;
  • Top referral;
  • Top social traffic;
  • Top keywords;
  • Top active pages;
  • Top locations.

Kesemua data di atas terdapat pada format sederhana. Bagi tampilan yang lebih komplit, Kamu dapat akses submenu Locations, Traffic Sources, Content, Events, dan Conversions di bawah Realtime.

2. Demografi Audiens / Audience Demographics

Siapa yang mengunjungi blog Kamu? Dari mana saja mereka berasal? Topik bahasan apa yang mereka minati?

Itu seluruh dapat dipahami bersama dengan Google Analytics. Malahan, diperbandingkan empat fitur utama lainnya, bagian Audience memberikan insight yang benar-benar komplit. 

Cara Menggunakan Google Analytics (Panduan Lengkap)

Bagi lihat tampilan sederhana alias kumpulan data audiens, Kamu dapat menuju Audience > Overview. Di bagian ini, Kamu dapat melihat data seperti:

Cara Menggunakan Google Analytics (Panduan Lengkap)
  • Jumlah pengguna;
  • Jumlah tayangan halaman;
  • Jumlah pengguna baru; 
  • Jumlah halaman dibuka pada satu sesi;
  • Jumlah sesi;
  • Jumlah sesi per pengguna;
  • Bounce rate / sesi pantulan;
  • Demografi berdasar bahasa, negara, dan kota;
  • Aplikasi operasi yang digunakan;
  • Informasi aplikasi operasi ponsel yang digunakan audiens.

Di luar data di atas, Kamu pun dapat mengetahui informasi spesifik soal audiens. Klik Audience > Demographics bagi tahu JK dan usia audiens.

Kamu pun dapat cari tahu topik apa yang disukai audiens lewat Audience > Interests. Lewat fitur ini, Kamu dapat tahu topik apa yang diminati pengunjung (Affinity Categories), produk apa yang diminati dan siap dibeli (In-Market Segments), dan keduanya (Other Categories).

3. Perilaku Pengunjung / Visitors’ Behaviour 

Jangan kira interaksi pengunjung dengan konten web tak dapat dipetakan. Lewat Audience > Behaviour, Kamu dapat tahu bagaimana sebetulnya audiens merespons setiap halaman di blog.

Karena data ini benar-benar urgen bagi Kamu ketahui, kami akan bahas bagian ini secara khusus. Ada lima macam data yang akan dibahas, yaitu pengunjung baru vs. pengunjung lama, frekuensi dan keterkinian, engagement, kualitas sesi, dan kemungkinan konversi.

Pengunjung Baru vs. Pengunjung Lama / New vs. Returning

Cara Menggunakan Google Analytics (Panduan Lengkap)

Di sini, Kamu dapat mendeteksi jumlah pengunjung unik atau audiens yang baru pertama-tama kali mengunjungi web. Di samping itu, Kamu pun dapat tahu berapa banyak pengunjung setia Kamu.

Bukan cuma angka mentah saja yang dapat dipahami bersama. Pada kedua kategori data itu, terdapat keterangan lebih komplit mengenai bounce rate, jumlah halaman per sesi, dan durasi rata-rata per sesi.

Seluruh keterangan tersebut dapat menolong Kamu mengklasifikasi perilaku audiens baru dan audiens lama. 

Frekuensi dan Keterkinian / Frequency Recency

Cara Menggunakan Google Analytics (Panduan Lengkap)

Bagian ini dapat agak membingungkan. Namun, kami akan coba sederhanakan bagi Kamu.

Frekuensi berarti seberapa sering pengunjung kembali pengunjung web pada waktu tertentu. Google akan merekam setiap kali audiens mengunjungi web Kamu. 

Katakanlah, seorang pengunjung membuka web Kamu empat kali pada seminggu. Google akan memisahkan setiap sesinya dan menghitungnya secara terpisah. Setiap sesi itu diberi nama “sesi pertama-tama”, “sesi kedua”, “sesi ketiga”, dan seterusnya.

Berbeda lagi dengan keterkinian. Data ini menunjukkan rentang waktu (pada hari) sejak pertama-tama kali audiens berkunjung ke web. Jikalau seorang pengunjung membuka web di hari Senin, lalu membukanya lagi di hari Kamis ━ ia akan dihitung sekali berkunjung sejak sesi pertama-tama.

Engagement

Cara Menggunakan Google Analytics (Panduan Lengkap)

Lewat engagement, Kamu dapat mengetahui dua macam data. Pertama-tama soal durasi sesi. Kedua ialah kedalaman halaman. 

Di durasi sesi, Google mendaftar sesi pada rentang waktu tertentu. Misalnya, sesi 0-10 detik, 11-30 detik, 31-60 detik, dan seterusnya. Kamu dapat cek jumlah sesi dan jumlah tayangan halaman bagi tiap rentang sesi.

Kedalaman halaman atau page depth menjelaskan berapa banyak halaman yang dibuka pada satu sesi. Sama halnya seperti durasi sesi, Kamu pun dapat tengok jumlah sesi dan jumlah tayangan halaman di kategori kedalaman halaman.

Kualitas Sesi / Quality Session

Cara Menggunakan Google Analytics (Panduan Lengkap)

Seperti namanya, Google menilai kualitas sesi pada skala 1 hingga 100. Semakin kecil angkanya berarti semakin rendah kualitas sesi. Pada kata lain, sesi yang dimaksud semakin jauh dari transaksi. Sebaliknya, nilai tinggi artinya semakin berkualitas dan dekat dengan transaksi. 

Google pun menghitung jumlah sesi, sesi dengan transaksi, dan sesi tanpa transaksi bagi tiap-tiap skala kualitas sesi. Dengan semacam itu, Kamu dapat mengklasifikasi tren jumlah kunjungan bagi hingga ke konversi.

Kemungkinan Konversi / Conversion Probability (Beta)

Cara Menggunakan Google Analytics (Panduan Lengkap)

Di samping menilai kualitas sesi, Google pun menghitung kemungkinan konversi audiens. Mirip dengan metrik sebelumnya, Google memberi nilai pada skala 1-100. Semakin kecil nilainya, semakin kecil kemungkinan konversi. Demikian itu pun sebaliknya, nilai besar berarti tinggi pula kemungkinan konversi.

Penghitungan data masih terdapat pada versi beta. Google hanya dapat memerlukan minimal 1000 kali transaksi ecommerce bagi dapat menganalisis conversion rate. Jikalau jumlah transaksi minimal tak penuhi atau Google tak yakin dengan hasil analisisnya, opsi ini takkan terdapat di Google Analytics Kamu.

4. Seluruh traffic / Overall traffic

Jumlah trafik ialah satu aspek urgen yang perlu Kamu tahu. Data ini menunjukkan seberapa banyak blog Kamu dikunjungi pada rentang waktu tertentu. Dari sini, Kamu dapat tahu seberapa populer web yang dimiliki.

Namun, jumlah trafik berbeda dengan jumlah pengunjung unik. Di bagian ini, Google hanya menghitung berapa kali halaman dibuka. Jikalau pengunjung membuka satu halaman hingga 10 kali, jumlah buka itu jugalah yang akan dihitung.

Bagi mencari tahu seluruh traffic, Kamu dapat klik fitur Acquisition > All Traffic. 

Cara Menggunakan Google Analytics (Panduan Lengkap)

Di bawah All Traffic masih ada alternatif channel, treemaps, source/medium, dan refferals. Keempat opsi tersebut dapat Kamu gunakan bagi melihat secara detail trafik web. 

Misalnya, di bagian Channel atau Saluran, Kamu dapat lihat channel marketing apa saja yang menyumbang kunjungan ke web. Lebih lanjut soal ini akan dibahas di bagian Sumber Traffic atau Traffic Source.

Cara Menggunakan Google Analytics (Panduan Lengkap)

Di bagian Treemaps atau Peta Hierarki, Kamu memperoleh bantuan visual bagi melihat tren trafik di web. Tampilan macam ini lebih intuitif. Di samping pun, Kamu dapat data mana yang relatif urgen, hubungan antara dua data berbeda.

Kemudian di opsi Source/Medium atau Sumber/Media, terdapat daftar channel marketing dan juga sumber spesifik yang menyumbang trafik di web. Kamu dapat tahu, misalnya, media sosial apa yang bekerja dan dengan cara apa (referral, cpc, atau organik).

Alternatif terakhir ialah Referrals atau Rujukan yang berisi tempat tinggal blog. Tempat tinggal web yang disebutkan demikianlah, besar kemungkinan, mengandung link menuju blog Kamu. 

5. Sumber Traffic / Traffic Source

Ada banyak jalan bagi hingga ke blog Kamu. Cara sangat umum ialah dengan mengetikkan URL ke address bar di browser. Namun dapat pun, pengunjung menemukan web lewat mesin pencari, blog lain yang memberi backlink, atau pun iklan.

“Jalan-jalan” yang ditempuh pengunjung dapat Kamu ketahui dengan Google Analytics. Dengan mengetahui data ini, Kamu dapat mengevaluasi sumber trafik. Kamu pun dapat gunakan data selaku bahan pertimbangan pada membangun promo atau strategi menjangkau audiens. 

Bagi tahu sumber trafik blog, klik Acquisition > All Traffic > Channels.

Cara Menggunakan Google Analytics (Panduan Lengkap)

Pokoknya, ada empat traffic source pada Google Analytics. Keempatnya, yaitu organic, direct, referral, dan social. Berikut penjelasannya:

  • Organic ━ trafik yang didapatkan dari hasil pencarian di mesin pencari semacam Google, Bing, Yahoo!, dan lainnya
  • Direct ━ trafik berasal dari URL yang seketika diketikkan di address bar browser.
  • Refferals ━ mengandung daftar blog atau channel yang mengirimkan trafik di web.
  • Social ━ mendaftar media sosial apa saja yang mengirimkan trafik di blog Kamu.

Selain keempat sumber di atas, ada pun paid search dan email. Kedua sumber trafik ini biasanya hanya ditemukan di web bisnis dan ecommerce. 

Paid search adalah sebuah trafik yang didapatkan dari iklan. Lalu, email adalah sebuah trafik yang didapatkan ketika Kamu melampirkan URL web di newsletter atau email marketing

6. Kecepatan Situs / Situs Speed

Selain Google PageSpeed Insight dan tools lain, Kamu dapat sekalian mengecek kecepatan blog lewat Google Analytics. Bagi itu, lumayan klik Behaviour > Site Speed.

Cara Menggunakan Google Analytics (Panduan Lengkap)

Jikalau Kamu menginginkan tampilan sederhana, Kamu dapat pilih fitur Overview atau Ringkasan. Berikut beberapa data yang ditampilkan di halaman ringkasan:

  • Waktu Muat Halaman Rata-rata; 
  • Waktu Pengalihan Rata-rata;
  • Waktu Pemeta Domain Rata-rata;
  • Waktu Sambungan Server Rata-rata;
  • Waktu Respons Server Rata-rata;
  • Waktu Unduh Halaman Rata-rata;
  • Kecepatan situs merujuk pada browser, negara, dan halaman.

Di luar data di atas, waktu load setiap halaman pun dapat dicari di bagian Page Timings atau Waktu Halaman. Google sengaja mengurutkan dari halaman populer dan menyebutkan waktu yang dibutuhkan bagi load halaman tersebut.

Cara Menggunakan Google Analytics (Panduan Lengkap)

Google pun memberikan rekomendasi ideal bagi loading halaman. Klik bagian Speed Suggestions atau Saran Kecepatan. Pilih halaman mana yang ingin Kamu ketahui. Kemudian klik link di kolom Saran Kecepatan Laman. 

Nantinya, Kamu akan seketika dibawa ke pop-up Google PageSpeed Insight. Pop-up ini akan menganalisis halaman web yang diminta. Pada waktu singkat, Kamu kan dapatkan saran-saran yang dapat digunakan bagi mempercepat waktu load. Atau, Kamu dapat pun mengunduh dan mengaplikasikan 20+ Tips Membuat WordPress Super Cepat (ebook).

Kesimpulan

Ada banyak macam data yang dapat didapatkan dengan Google Analytics. Namun selaku pemula, Kamu setidaknya perlu tahu enam hal: realtime, demografi pengunjung, perilaku pengunjung, jumlah trafik, sumber trafik, dan kecepatan blog.

Kalau Kamu butuh insight yang lebih spesifik, Kamu boleh cek artikel Google Analytics khusus untuk bisnis. Artikel tersebut khusus membahas cara membandingkan performa web dengan kompetitor, mengecek lokasi pengunjung, kompatibilitas browser, cara tahu kata kunci populer, penyebab pengunjung exit halaman, dan waktu yang strategis bagi mengirim email.


Sumber https://niagahoster.co.id/