Membuat server di Google Cloud Platform

By | January 16, 2019

Walaupun telah tahu kalau Google mempunyai layanan cloud sejak 1-2 tahun lalu, tapi baru sekarang ini saya sentuh. :p Ini karena saya ingin belajar lebih lanjut lagi soal dunia hosting secara umum dan cloud spesifiknya. Yang jelas proses registrasinya sendiri gampang, cuma masukkan data dan nanti akan dapat credit free trial sebesar $300 yang berlaku setahun. Wow bukan?

akan tetapi dikala lihat panelnya… ini bukanlah layanan cloud hosting yang biasanya seperti DigitalOcean/Vultr, melainkan dapat lebih kompleks lagi strukturnya. Dan terus terang agak kewalahan saya memahaminya waktu pertama-tama. 😀 Ya dapat dinamakan ini lebih ke kompetitor Microsoft Azure atau Amazon Web Services sih.

Sekarang ini ke fokus pembahasan, bagaimana caranya kita merancang VPS (Virtual Private Server) pada Google Cloud Platform? Aslinya hal yang gampang, tapi karena banyaknya fitur dan opsi agak bikin keder pun. 🙂

Seketika cek fitur navigasi di sebelah kiri, akan ada label Compute Engine. Silahkan pilih VM instances (referensi Virtual Machine Instance), tunggu sesaat persiapannya dan klik Create.

Disini saya ambil tipe VM instance terkecil, yang cuma 0.6GB RAM, 1 vCPU shared dan 10 GB disks. Namanya f1-micro (1 vCPU, 0.6 GB memory). Selain termurah, saya pun ingin tahu seberapa hebat kemampuannya diperbandingkan produk sejenis dari provider lain.

Setelah itu kita memilih aplikasi operasi apa yang digunakan di bagian Boot disk, ada banyak alternatif ISO Linux. Disini saya menggunakan Ubuntu 18.04 LTS. Dan jangan lupa di bagian Firewall bagi memberi centang di Allow HTTP traffic dan Allow HTTPS traffic apabila servernya akan digunakan selaku web server.

Dan terakhir yaitu bagi akses SSH ke servernya, tak dapat menggunakan username dan password, melainkan gunakan SSH key. Jadi silahkan dikerjakan dulu, dan public key dan juga usernamenya dicopy-pastekan ke kotak yang disediakan.

Misal seperti ini:

ssh-rsa AAAAB3NzaC1yc2EAAAABIwAAAQEAvQc6abxT6jE6wHbEd5oGojFt6PIkHdrAGeHrBdy1pZtm4J1XljsY+iYY980nUK2exJW4Pht7iZe2W0h/pxGX6/+pow2szbFL98Q8kzRqquvuz2/O3FAqwbkv+8CnELkqd5uSOb4DurdCUiLVXxP0uINnhYmqm5xVy63mZ3cwYVaZmzuLVXufGh+Wo9OlmwXr09i7xj4QNcxg3qeoF9lJil5loSqNMKCIWa6LgQTmTcixB5eYI8tgDo5nWtLxFwGtT9Se0zwleBNjWVOKTxzl/OzR9LoDX3B7PIfjp001fLNRjHXgCBATGa/N7tOgaksrh+pPS+WV2WQZFHBJeqA+tw== chandra@servernesia.com

Di akhirnya ada nama user yang ingin dimanfaatkan, jadi bikin SSH key sendiri dan di akhirnya tambahkan nama usernya.

Setelah itu kita akan dialihkan ke panelnya, akan ada External IP yang adalah sebuah domisili IP static dari VPS kita. Gunakan IP tersebut bagi sambungan SSH seperti biasanya.

Oh ya, perintahnya kalau Ubuntu/Debian di GCP perlu sudo. Yang distro Linux lain belum saya coba apakah perlu pun.

Setelahnya cara pemakaian akan sama seperti pengaturan VPS biasanya.

*Gambar menyusul.


Sumber https://servernesia.com